Konflik Miss Communication Di rumah Dengan Orang Tua Yang Menyebabkan Konflik
Konflik Miss Communication Di rumah Dengan
Orang Tua Yang Menyebabkan Konflik
Syakira Azzahra (202241034)
Novalia Agung W. Ardhoyo
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Prof. Dr.
Moestopo (Beragama)
Jl.Hang Lekir 1 No. 8, Gelora, Jakarta Pusat, Indonesia
Email Korespondensi : syakira.azzahra04@gmail.com
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk bagimana menyampaikan pesan atau bisa juga dari cara bagaimana pesan itu di sampaikan, sehingga terhindar dari kesalahan dalam penyampai pesankepada orang lain dan menyebabkan miss communication. penelitian ini menggunakan teori Resolusi konflik,yang dimana resolusi konflik adalah suatu cara untuk kedua pihak saling memahami dan mencari persamaan dari perbedaan yang mereka miliki. Hal inilah yang nantinya dapat menumbuhkan keintiman melalui respons satu sama lain, bisa bersifat pribadi maupun emosional.
PENDAHULUAN
Komunikasi merupakan hal yang setiap hari diperbincangkan, berbagai kalangan pasti berkomunikasi, mulai dari masyarakatbiasa, pejabat, ilmuwan, dan masih banyak lagi, sehingga katakomunikasi memiliki arti yang beraneka ragam dan lain-lain. Komunikasi merupakan suatu langkah penting dalam memperbaiki suatu keadaan atau situasi yang sulit. Komunikasiadalah topik yang amat sering diperbincangkan, bukan hanyadikalangan ilmuwan komunikasi, melainkan juga dikalanganawam, sehinnga kata komunikasi itu sendiri memiliki terlalubanyak arti yang berlainan. Apabila suatu informasi dilakukantanpa bertatap muka antara dua orang, hal tersebut sudahdinamakan komunikasi. Dalam suatu komunikasi yang terpenting adalah menyampaikan pesan, meskipun hanya dengan pamflet, brosur atau yang lain.
Adapun hubungankomunikasi dengan antropologi itu, Antropologi biasanya dikenal sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang manusia dan aspek kebudayaannya dengan tujuan membangun suku bangsa yang ada. Antropologi dibagike dalam dua bagian, yaitu : antropologi fisik dan antropolog. Disini saya mencoba menghubungkan antara komunikasi dengan antropologi budaya. Antropologi budaya cenderung lebih fokuspada perilaku biologis manusia sebagai suatu kesatuan yang tetap dalam suatu budaya yang berbeda-beda. Suatu konsepbudaya yang sesuai dengan komunikasi, yaitu masalah simbol, bahasa, dan pemaknaan. Jadi, dalam kaitannya komunikasidengan kebudayaan terdapat beberapa masalah, diantaranyasimbol, bahasa,dan pemaknaan.
Manusia adalah makhluk sosio budaya yang memperolehperilakunya melalui belajar. Apa yang kita pelajari padaumumnya di pengaruhi oleh kekuatan-kekuatan sosial dan budaya. Dari semua aspek belajar manusia, komunikasimerupakan aspek yang terpenting dan paling mendasar. Kitabelajar banyak hal dari respons-respons komunikasi terhadaprangsangan dari lingkungan, kita harus menyandi dan menyandibalik pesan-pesan. Sehingga pesan-pesan tersebut akan di kenali, di terimadan di respons oleh individu-individu yang berinteraksi dengan kita. Bila di lakukan, kegiatan- kegiatanberkomunikasi akan berfungsi sebagai alat untuk menafsirkanlingkungan fisik dan social kita. Komunikasi merupakan alatutama kita untuk memanfaatkan berbagai sumber dayalingkungan dalam pelayanan kemanusiaan. Lewat komunikasikita menyesuaikan diri dan berhubungan dengan lingkungankita, serta mendapatkan keanggotaan dan rasa memiliki dalam bernagai kelompok sosial yang mempengaruhi kita.
Para ilmuan sosial mengakui bahwa budaya dan komunikasi itumempunyai hubungan timbal balik, seperti dua sisi dari satumata uang. Budaya menjadi bagian dari perilaku komunikasi, dan pada gilirannya komunikasipun turut menentukan, memelihara, mengembangkan atau mewariskan budaya. “ culture is communication” dan “communication is culture”. budaya-budaya yang berbeda memiliki sisem-sistem nilai yang berbeda dan karenanya ikut menentukan tujuan hidup yang berbeda. Cara kita berkomunikasi sangat bergantung padabudaya kita: bahasa, aturan, dan norma kita masing-masing. Tetapi tidak di pungkiri sering kali kita mengalamimiskomunikasi di saat kita berintraksi dengan orang.
Dalam ilmu kebudayaan dan kemasyarakatan (antropologi dan sosiologi) konsep kebudayaan mempunyai arti yang sangat luas. Dalam ilmu-ilmu ini kebudayaan diartikan semua yang dipelajari manusia sebagai anggota suatu masyarakat. Setiapgenerasi dalam suatu masyarakat mewariskan kepada generasiberikutnya hal-hal yang bersifat abstrak (gagasan, nilai-nilai, norma-norma) dan hal-hal atau benda-benda yang bersifatkongkrit. Apa yang dipelajari atau apa yang diwariskan tersebutdisebut secara umum kebudayaan. Dengan demikian wujudkebudayaan tersebut ada yang ideal (abstrak) dan ada yang kongkrit (benda-benda budaya). Kebudayaan dipelajari, memberi makna terhadap realitas, bukan hanya cara bertingkahlaku, juga berfikir Setiap kebudayaan mempunyai komponenseperti yang disebutkan di atas. Ketiga komponen di atas akanberhubungan dengan unsur-unsur universal dari setiapkebudayaan. Unsur tersebut adalah bahasa, sistim teknologi, sistim mata pencarian hidup dan ekonomi, organisasi sosial, sistim pengetahuan, religi, dan kesenian. Pembatasan atas tigawujud atau 7 bidang aktivitas, seperti di atas menyatukan dan merupakan persamaan kebudayaan.
Dalam sosiologi, konflik adalah suatu proses sosial antara duaindividu atau kelompok, di mana satu di antara satu pihakberusaha untuk menyingkirkan pihak lain, dengan menghancurkan atau membuatnya tidak berdaya dengan cara yang disertai dengan ancaman dan kekerasan. Biasanya, konflikdilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individuatau kelompok dalam suatu interaksi social Perbedaan-perbedaan tersebut di antaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lainsebagainya. Kendati begitu, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap kehidupan bermasyarakat. Akan mustahiljika kehidupan individu atau kelompok masyarakat tidak pernahmengalami konflik.
METODELOGI PENELITIAN
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Dilakukan dalam situasi yang wajar (natural setting) dan data yang dikumpulkan umumnya bersifat kualitatif (mengutamakan pendapat responden). Metode kualitatif berusaha memahami dan menafsirkan makna suatu peristiwa interaksi tingkah laku manusia dalam situasi tertentu menurut perspektif peneliti sendiri. Alat pengumpul data dalam metode kualitatif ialah si peneliti sendiri.
PEMBAHASAN
Miss communication memang sering terjadi di kehidupan kitasehari-hari.Pentingnya bersikap tenang menghadapi suatupermasalahan memang berperan penting dalam pengambilanlangkah selanjutnya yang dianggap tepat untuk mengatasimiskomunikasi. Saya mengangkat kasus ini dikarnakan kasusmiss communication yang sering banyak dialami olehkebanyakan anak-anak remaja jaman sekarang adalah kasusmasalah dengan orang tua dirumah. Dan ini bisa menjadipelajaran bagi kita semua agar lebih teliti dan beretika yang baiksehingga tidak menimbulkan miss communication dalam seharihari.
Konflik ini bisa terjadi karena adanya miss communicationdengan orang tua dirumah.
Yang dialami oleh Medina dan orang tuanya, pada saat ituMedina pergi untuk mengerjakan tugas kelompok bersamateman kampusnya di coffe shop hingga larut malam. Dan posisiHandphone Medina sedang lowbat sehingga tidak sempatmengabari orang tuanya dirumah. Padahal sebelumnya ia tidakpernah pulang larut malam setelah pulang dari kampus. Namunpada malam itu orang tua Medina mengira kalau ia sedangbermain sampe larut malam dengan teman-teman kampusnya. Saat malam pukul 22.00 Medina segera buru-buru untuk pulangkerumah setelah tugas ia selesai. Ketika melihat jam Medina tidak sadar sudah larut malam dan langsung pulang kerumah. Setalah sampai dirumah Medina langsung kena marah olehkedua orang tuanya, mereka mengira Medina main sampai larutmalam padahal ia mengerjakan tugas dengan teman kelompoknya. Lalu ia menjelaskan kepada kedua orang tuanya, ia tidak bisa mengabari kedua orang tuanya pada saat itudikarenakan batre handphone nya lowbat.
Apa konflik yang terjadi dengan Medina dan orang tuanya?. Konflik yang terjadi adalah Miss Communication oleh Medina dengan orang tuanya. Kapan terjadinya konflik antara Medina dan orang tuanya terjadi?. Konflik ini terjadi pada malam hari pukul 23.00. Dimana konflik Medina dengan orang tuanyaterjadi?. Di Coffeshop dan Di rumah. Siapa saja yang terlibatdalam konflik ini? Yang terlibat dalam kasus ini adalah Medina dan kedua orang tua Medina. Kenapa konflik ini bisa terjadi? Konflik ini bisa terjadi karena adanya miss communication olehorang tuanya Medina yang mengira Medina pulang hingga larutmalam karna bermain dengan teman kampusnya. Bagaimanasolusi penyelesaian konflik miss communication oleh Medina dan orang tuanya bisa selesai?. Medina seharusnya mengabarikedua orang tua lewat handphone temannya dan menghafalsalah satu nomor kedua orang tuanya agar tidak ada terjadinyamiss communication
Dengan demikian dapat memperkecil atau mengurangiterjadinya misskomunikasi lagi entah mulai dari faktorperbedaan bahasa, latar belakang, ilmu pengetahuan atauprofesi. Dalam melalukan komunikasi perlu dipastikan apa yang kita sampaikan dapat dimengerti oleh orang lain atau lawanbicara dengan demikian manusia dapat menyampaikan maksudyang ingin ia sampaikan, dan hal tersebut tidak menutupkemungkinan bahwa manusia dapat bertahan hidup melaluikomunikasi dalam memenuhi kebutuhan hidupnya atau manusiatersebut dapat mengembangkan potensi yang dimiliki lewatproses komunikasi.
Definisi Wawancara
Wawancara adalah percakapan dua orang atau lebih yang berlangsung antara narasumber dan pewawancara dengan tujuanmengumpulkan data-data berupa informasi. Oleh karena itu, teknik wawancara adalah salah satu cara pengumpulan data, misalnya untuk penelitian tertentu.
Tujuan wawancara adalah sebagai berikut:
1. Memperoleh informasi secara langsung guna menjelaskansuatu hal atau situasi dan kondisi tertentu.
2. Memperoleh data agar dapat memengaruhi situasi atau orangtertentu.
3. Melengkapi suatu penyelidikan ilmiah.
Tips melakukan wawancara:
Agar dalam pelaksanaannya berjalan lancar dan sesuaikeinginan, ada beberapa tips wawancara yang perludiperhatikan.
1. Mulailah dengan informasi fakta dan mengajukan pertanyaanmudah.
2. Pastikan Anda sudah mengetahui informasi dasar mengenainarasumber, seperti identitasnya secara umum.
3. Hindarilah mengajukan pertanyaan bersifat pribadi dan berupa pilihan.
4. Jangan terlalu kaku dan tunjukkan sikap bersahabat agarnarasumber nyaman dan dapat menjawab pertanyaan dengan baik serta terbuka.
5. Hindari sikap seakan menggurui, bersikaplah netral dan adaptif.
A. Data Informan Dalam Penelitian Ini:
1. NAMA : Medina
USIA :18
GENDER : Perempuan
2. NAMA : Ibu Medina
USIA : 50
GENDER : Wanita
3. NAMA : Ayah Medina
USIA : 52
Gender : Laki-laki
B. Rencana Teknik Pengumpulan Data
Observasi
Observasi adalah salah satu cara untuk mendapatkan informasi apapun dari suatu peristiwa dengan cara mengamati secara langsung. Seperti yang diketahui, ilmu pengetahuan merupakan dasar dari semua peristiwa atau aktivitas yang terjadi baik di dalam lingkup kecil ataupun dalam lingkup yang lebih besar. Pada dasarnya, observasi adalah kegiatan yang bertujuan untuk menemukan sebuah informasi dari objek. Namun, kegiatan observasi ini memiliki ciri-ciri tersendiri. Secara umum, terdapat tiga ciri-ciri dari observasi, diantaranya: Objektif, Objektif,
atau dilakukan dengan berdasarkan kepada keadaan objek tunggal nyata yang diamati secara langsung. Faktual, Faktual atau pengamatan dilakukan sesuai fakta yang berasal dari pengamatan yang terbukti kebenarannya tanpa berbagai dugaan yang tidak jelas.
Dari hasil wawancara yang saya lakukan terhadap Medina merasa kalau sebenarnya tidak semua anak di luar sana yang berpegian hingga larut malam itu melalukan keburukan atau hal yang negatif, karna memang kebanyakan orang tua selalu salah paham dengan hal itu, mereka jarang mau memahami anak-anak mereka. Di satusisi juga kedua orang tua Medina tidak mengetahui jika Medina sedang mengerjakan tugas sampai larut malam dengan teman kampusnya karna tugas yang menumpuk dan dikejar oleh deadline. Tetapi seharusnya Medina juga berusaha mengabari orang tua nya dirumah bagaimanapun caranya. Akibat dari kejadian itu Medina segera meminta maaf kepada kedua orang tuanya, dan berusaha untuk memperbaiki kelalaiannya itu sebagai seorang anak perempuan agar tidak membua khawatir kedua orang tuanya lagi. Dan kedua orang tua Medina pun juga memberi pengertian kepada anaknya dan mendengarkan penjelasan dari anaknya terlebih dahulu agar tidak langsung menuduh anaknya melakukan hal yang tidak seharusnya ia lakuian sehingga menyebabkan Miss Communication.
KESIMPULAN
Proses komunikasi terdiri dari beberapa elemen. Kesalahan yang terjadi dalam salah satu elemen akan menyebabkan terjadinya miskomunikasi. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memahami elemen-elemen ini agar Anda memahami proses apa yang terjadi ketika seseorang mencoba untuk mengkomunikasikan sesuatu ke orang lain. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Jika kita lihat dari pembahasan dan contoh kasus yang diberikan maka kita bisa menarik kesimpulan bahwa miss komunikasi dapat menyebabkan dampak yang cukup besar di kehidupan sehari-hari dan juga miss komunikasi secara tidak langsung dapat mengubah prespektif seseorang terhadap suatu hal.
SARAN
Beberapa cara untuk meminimalisir serta mengurangi miss komunikasi
adalah memahami perbedaan antara satu dan lainnya, memperbaiki cara bicara
agar tidak menimbulkan persepsi lain, menghindarikonfrontasi,bersikap tenang
dalam menghadapi konflik, apabila konflik sudah terpicu maka dapat diselesaikan
dengan meredakan emosi masing-masing individu, mencari dan mendiskusikan
akar masalah, membicarakan konflik secara personal. Mencobamendengar
pendapat berbagai pihak, negosiasi ulang, mencari solusibersama, dan meminta
pihak lain bila diperlukan.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.google.com/amp/s/katadata.co.id/amp/safrezi/berita/61de8d9d4a987/komunikasi-adalah-definisi-unsur-dan-tujuannya
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://journal.laaroiba.ac.id/index.php/dawatuna/article/download/477/355&ved=2ahUKEwjPs6qS8_n9AhV5R2wGHXo9BdIQFnoECA0QAQ&usg=AOvVaw0vLIzZ2x9pd3U6YQOV24K-
Astiti, P., Suminar, J. R., & Rahmat, A. (2018). Konstruksi identitas guru bimbingan konseling sebagai komunikator pendidikan. Jurnal Kajian Komunikasi, 6(1), 1–0. https://doi.org/https://doi.org/10.24198/jkk.v6i1
Axelsson, K., Hägglund, S., & Sandberg, A. (2015). Entrepreneurial learning in education preschool as a take-off for the entrepreneurial self. Journal of Education and Training, 2(2), 40–58. https://doi.org/10.5296/jet.v2i2.7350
Chandran, R., & Ariffin, M. Y. M. (2015). Beyond arbitrary labels: understanding ethnic identity development among chindians. SEARCH: The Journal of the South East Asia Research Centre for Communications and Humanities, 7(2), 1–17.
Komentar
Posting Komentar